Minggu, 26 November 2017

Decision Making & Emotional Intelligence

                       Decision Making

     Pengambilan keputusan (decision making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa alternatif yang ada. Jadi, pengambilan keputusan adalah suatu proses memilih antara berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan. Semakin berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan diri yang akan semakin berorientasi pula pada suatu tindakan. Jika seorang Wirausaha mampu mengambil suatu keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal, mungkin ia mampu mengambil suatu keputusan yang menguntungkan sehingga sewaktu-waktu muncul peluang-peluang bisnis.

     Keberhasilan seorang Wirausaha di dalam bisnis, tergantung pada kemampuan membuat keputusan yang meningkatkan kemampulabaan bisnisnya pada masa yang akan datang. Kemampuan membuat keputusan dapat diperoleh dari pengalamannya selama bertahun-tahun. Akan tetapi, dalam prakteknya pasti ada saja kesalahan-kesalahan, yang harus cepat disadari dan diambil tindakan pembetulannya.

     Dalam perusahaan besar, biasanya pembuatan dan pengambilan keputusan itu didasarkan atas dasar data-data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei, laporan usaha, dan sebagainya.

    Adapun pedoman untuk membuat keputusan, kuncinya adalah sebagai berikut:

a. Terlebih dahulu, tentukan fakta-fakta dari persoalan yang sudah dikenal.

b. Identifikasi, bidang manakah dari persoalan-persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta. Di bidang yang dikenal inilah, seorang Wirausaha harus menggunakan logika, penalaran, dan institusinya untuk membuat keputusan.

c. Keberanian dan antusiasme sangat diperlukan dalam menerapkan sebuah keputusan.

d. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan.

e. Ambillah risiko yang sedang-sedang saja jika terdapat ketidakpastian yang besar.

f. Dalam keadaan tertentu, mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau.

g. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara drastic susunan organisasi yang sekarang.

h. Keputusan perlu diuji cobakan dahulu.

Pada dasarnya pengembilan keputusan oleh seorang wirausaha didasarkan atas tiga pendekatan, yaitu :

1. Pendekatan Rasional
          Pendekatan rasional dalam pengambilan sebuah keputusan adalah pengambilan keputusan yang didasarkan atas logika bisnis yang wajar dengan menganalisa berbagai fakta yang ada. Sebagai misal; Karena permintaan (order) atas produk meningkat, maka Anda harus meningkatkan volume atau kapasitas produksi dengan cara membeli mesin baru, menambah jumlah karyawan atau melaksanakan lembur.

     Pendekatan rasional ini juga didasarkan atas pertimbangan teoritis. Kebanyakan yang menggunakan pendekatan ini mereka para wirausahawan (pengusaha) yang memiliki Basik Akademisi. Mereka memang sudah memiliki dasar pengetahuan manajerial yang baik, paling tidak mereka memiliki kerangka berfikir yang analisis. Sedangkan bagi kebanyakan pengrajin atau mereka yang tidak memiliki pengetahuan manajerial yang cukup, lebih mengandalkan pendekatan yang kedua yakni pendekatan pada naluri atau instink.

2. Pendekatan Naluri/Instink
          Pendekatan yang berorientasi pada naluri lebih banyak berdasarkan atas pengalaman-pengalaman yang selama ini dijalaninya; sebagai contoh, pengrajin souvenir pernikahan akan membuat produk lebih banyak dari biasanya pada bulan ‘Besar’ (kalender Jawa), karena pada bulan tersebut orang banyak melangsungkan acara pernikahan, dan sebagainya.

3. Pendekatan Kombinasi
         Pendekatan kombinasi antara rasional dan naluri adalah pendekatan dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek rasional maupun irasional. Cara kombinasi tersebut adalah cara yang lebih banyak dipakai dalam praktek, terutama oleh para wirausahawan terutama karena cara tersebut lebih praktis dan juga lebih cepat. Seperti diketahui keberanian dan kecepatan dalam membuat keputusan merupakan kunci keberhasilan seorang wirausahawan, hal ini dimaksudkan agar tidak kalah dalam menangkap dan merebut peluang bisnis yang kadang datangnya tidak diduga.

Hakikat dari pembuatan keputusan merupakan pemilihan alternatif dalam pemecahan masalah, untuk itu sebelum keputusan dibuat sebaiknya :

1. Rumusan masalah yang dicapai harus jelas dengan mempertimbangkan tujuan yang hendak dicapai.

2. Mencari dan mengembangkan kemungkinan alternatif yang akan dipilih.

3. Memilih alternatif yang paling tepat dan atau yang cukup memuaskan dan mengandung kebaikan untuk berbagai pihak.

4. Menetapkan alternatif yang dipilih secara mantap dan selanjutnya menyiapkan langkah-langkah untuk melaksanakannya.

     Kesulitan utama dalam pemilihan alternatif biasanya karena masing-masing alternatif mengandung kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan yang berbeda-beda. Alternatif mana yang akan diambil dan dipilih oleh seorang wirausahawan, akan sangat tergantung pada keteguhan sikap dalam menghadapi resiko. Dengan demikian keteguhan sikap dan kemantapan terhadap keputusan apa yang akan dibuat harus dimiliki, terutama keteguhan dan kemantapan sikap dalam penentuan prioritas tujuan yang akan dicapai.

     Walaupun alternatif yang lebih menguntungkan dan memberikan kontribusi yang banyak maka sudah sepantasnyalah bagi wirausahawan untuk memilih alternatif yang mengandung banyak kebaikan bagi berbagai macam pihak. Karena dengan demikian maka usaha yang dijalani akan mendapatkan kepercayaan dari berbagai macam pihak, baik itu dari internal ataupun eksternal perusahaan, yang demikian itu akan mempengaruhi keberlangsungan usaha tersebut dan yang lebih penting lagi tidak ada yang merasa dianiaya sedikitpun karena disebabkan merasa dirugikan akan tetapi malah merasa senang dengan apa yang sudah diputuskan dengan tepat.

                

                Emotional Intelligence

       Dalam kehidupan sehari-hari, emosi sering diistilahkan juga dengan perasaan. Misalnya, seorang siswa mengatakan hari ini ia merasa senang karena dapat mengerjakan semua pekerjaan rumah (PR) dengan baik. Siswa dan siswi lain mengatakan bahwa ia takut menghadapi ujian. Senang dan takut berkenaan dengan perasaan, kendati dengan makna yang berbeda. Senang termasuk perasaan sedangkan takut termasuk emosi. Perasaan menunjukkan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup karena tidak banyak melibatkan aspek fisik, sedangkan emosi menggambarkan suasana batin yang dinamis dan terbuka karena melibatkan ekspresi fisik.

       Menurut Gardner, akar kata emosi adalah movere, kata kerja Bahasa Latin yang berarti “menggerakkan, bergerak”, ditambah awalan “e-” untuk memberi arti “bergerak menjauh”, menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Sehingga dikatakan bahwa emosi adalah akar dorongan untuk bertindak.

      Sedangkan pengertian kecerdasan emosional mencakup kemampuan-kemampuan mengatur keadaan emosional diri sendiri dan memahami emosi orang lain. Selain itu, kecerdasan emosional juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
Beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap prilaku individu diantaranya sebagai berikut:

A. Memperkuat semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai.

B. Melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa (frustasi).

C. Menghambat atau mengganggu kosentrasi belajar, apabila mengalami ketegangan emosi dan dapat menimbulkan sikap gugup (nervous) dan gagap dalam berbicara.

D. Terganggu penyesuaian sosial, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.

E. Suasana emosional yang diterima dan dialami individu sesama kecilnya akan mempengaruhi sikap dikemudian hari, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

Aspek-aspek kecerdasan emosi secara khusus menurut Salovey dalam Goleman (1996) sebagai berikut:

a.) Mengenali emosi diri, yaitu kesadaran diri—mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi—merupakan dasar kecerdasan emosional. Kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu merupakan hal penting bagi wawasan psikologi dan pemahaman diri. Ketidakmampuan untuk mencermati perasaan kita yang sesungguhnya membuat kita berada dalam kekuasaan perasaan.

b.) Mengelola emosi, yaitu menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan pas adalah kecakapan yang bergantung pada kesadaran diri. Kemampuan mengelola emosi meliputi kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melapaskan kecemasan, kemurungan, atau ketersinggungan. Orang-orang yang buruk kemampuannya dalam keterampilan ini akan terus-menerus bertarung melawan perasaan murung, sementara mereka yang pintar dapat bangkit kembali dengan jauh lebih cepat dari kemerosotan dan kejatuhan dalam kehidupan.

c.) Memotivasi diri sendiri, yaitu menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Ini adalah hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kemampuan ini didasari oleh kemampuan mengendalikan emosi, yaitu menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.

d.) Mengenali emosi orang lain (empati), yaitu kemampuan yang juga begantung pada kesadaran diri emosional, merupakan “keterampilan bergaul” dasar. Orang yang empatik lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan atau dikehendaki orang lain.

e.) Membina hubungan, yaitu keterampilan mengelola emosi orang lain. Ini merupakan keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan, dan keberhasilan antar pribadi. Orang-orang yang hebat dalam keterampilan ini akan sukses dalam bidang apapun yang mengandalkan pergaulan yang mulus dengan orang lain.

       Menurut Goleman (1997) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi individu yaitu:

• Lingkungan keluarga; kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama dalam mempelajari emosi. Kecerdasan emosi dapat diajarkan pada saat masih bayi melalui ekspresi. Peristiwa emosional yang terjadi pada masa anak-anak akan melekat dan menetap secara permanen hingga dewasa. Kehidupan emosional yang dipupuk dalam keluarga sangat berguna bagi anak kelak dikemudian hari. Pembelajaran emosi bukan hanya melalui hal-hal yang diucapkan dan dilakukan oleh orang tua secara langsung kepada anak-anaknya, melainkan juga melalui contoh-contoh yang mereka berikan sewaktu menangani perasaan mereka sendiri atau perasaan yang biasa muncul antara suami dan istri. Ada orang tua yang berbakat sebagai guru emosi yang sangat baik, ada yang tidak.

• Lingkungan non keluarga; hal ini yang terkait adalah lingkungan masyarakat dan pendidikan. Kecerdasan emosi ini berkembang sejalan dengan perkembangan fisik dan mental anak. Pembelajaran ini biasanya ditujukan dalam suatu aktivitas bermain peran sebagai seseorang diluar dirinya dengan emosi yang menyertai keadaan orang lain (Goleman, 1997).

        Menurut Le Dove (Goleman, 1997) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi antara lain:

- Fisik. Bagian yang paling menentukan atau paling berpengaruh terhadap kecerdasan emosi seseorang adalah anatomi saraf emosi yang berada di otak. Bagian otak yang digunakan untuk berfikir yaitu korteks (kadang kadang disebut juga neo korteks) yang berperan penting dalam memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis mengapa mengalami perasaan tertentu dan selanjutnya berbuat sesuatu untuk mengatasinya.  Sebagai bagian yang berada dibagian otak yang mengurusi emosi yaitu system limbic yang terutama bertanggung jawab atas pengaturan emosi dan implus. Sistem limbic meliputi hippocampus, tempat berlangsungnya proses pembelajaran emosi dan tempat disimpannya emosi. Selain itu ada amygdala yang dipandang sebagai pusat pengendalian emosi pada otak.

- Psikis. Kecerdasan emosi selain dipengaruhi oleh kepribadian individu, juga dapat dipupuk dan diperkuat dalam diri individu.

Jumat, 17 November 2017

Observasi Desa Lantung

Observasi Sumber Daya Alam di Desa Lantung

     Pada hari rabu tanggal 8 Oktober 2017, kami dari jurusan Akuntansi 16-2 mendapat tugas dari mata kuliah kewirausahaan untuk mengobservasi sumber daya alam yang ada di Desa Lantung, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Desa Lantung kini menjadi Desa yang unik, karena rumah para penduduk di Desa Lantung berwarna-warni layaknya pelangi. Maka dari itu, desa Lantung kini terkenal dengan nama "Kampung Pelangi".

Sumber daya alam yang terdapat di Desa Lantung yaitu :
1. Madu
2. Beras
3. Sayuran organik

     Disetiap halaman rumah para penduduk ditanami sayuran organik didalam polybag. Tidak hanya itu, masyarakat juga memanfaatkan barang bekas bekas untuk dijadikan tempat untuk menanam. Seperti celana jeans, sepatu boot, dll. Masyarakat juga masih memegang erat tradisi yang ada disana, mereka sangat ramah dan menyambut dengan hangat kedatangan kami.
Tanaman yang mereka tanam itu diolah, sehingga menjadi berbagai macam bahan makanan. Seperti tanaman tamoar yang diolah menjadi tepung, seperti tepung maizena. Kemudian tepung itu diolah lagi menjadi kue yang  rasanya sangat nikmat, selain itu juga bisa dibuat untuk adonan pizza. Para ibu-ibu juga membuat anyaman dari daun lontar sebagai tempat menaruh madu.

     Tidak hanya kaya dengan sumber daya alamnya saja, Lantung pun memiliki tempat wisata yang sangat indah, seperti air terjun dan bukit yang disebut "Bukit Lenang Indah atau Lenang India" yang pernah kami kunjungi. Intinya, segala kekayaan alam yang telah Tuhan ciptakan harus kita lesatrikan agar keindahannya tetap terjaga.

Resume Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif

         Ekonomi Kreatif & Industri Kreatif

      Ekonomi kreatif adalah tren atau era ekonomi baru yang lahir dari ide, kreativitas, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama dalam melakukan proses ekonomi untuk menghasilkan produk dan memperoleh profit.
Selain ekonomi kreatif, juga terdapat industri kreatif. Industri kreatif nerupakan industri yang berasal dari pemanfaatan ide, kreativitas, keterampilan, dan bakat dari individu yang menciptakan lapangan pekerjaan, kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui penciptaan dan pemanfaatan daya cipta individu tersebut.

Contoh dari industri kreatif yaitu :

1. Facebook.
2. Fashion.
3. Pasar seni dan barang antik.
4. Periklanan
5. Musik
6. Desain
7. Kerajinan, kesenian, arsitektur, dll.

     Dengan adanya era ekonomi kreatif dan industri kreatif, maka lahirlah sebuah penyakit yang disebut "KITCH" yang mampu membuat barang remeh-temeh menjadi barang yang seolah-olah berharga. Misalnya seperti pada rumah makan cepat saji/fast food pada Mc. Donald. Disana para konsumen terutama pada kalangan anak kecil disediakan berbagai macam mainan dalam berbagai bentuk yang mampu menarik minat atau perhatian anak-anak. Sehingga mereka menjadi kecanduan dan selalu tertarik untuk makan di Mc. Donald hanya demi untuk mendapatkan mainan tersebut yang bisa membuat mereka merasa senang.

      Saat ini, bukan hanya Jakarta dan Surabaya yang menjadi kota industri, namun Bandung juga menjadi kota industri yang justru lebih pesat dari Jakarta. Hal ini dikarenakan :

• Di Bandung terdapat banyak zona kreatif atau Ruang Publik Kreatif yang digunakan untuk meningkatkan kreatifitas publik dan menjadi nilai tambah ekonomi pada suatu kota.

• Terdapat bebagai komunitas seperti BMX, Skateboard, Mangudjo, dll. Komunitas ini juga menggunakan Ruang Publik Kreatif yang terdapat di Kota Bandung untuk dijadikan tempat latihan atau menunjukkan aksi mereka.

Fungsi dari Ruang Publik Kreatif yaitu :

a. Eksplorasi ide.
b. Apresiasi ide.
c. Eksperimen.
d. Berekspresi.

Dimana dari fungsi tersebut bertujuan untuk membentuk mindset dan moodset kreatif agar terus berinofasi.

Dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Kreatif dalam hubungannya dengan Industri Kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mencakup industri dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Resume Analisis Sosial

                        Analisis Sosial

     Analisis sosial merupakan usaha untuk menganalisis sesuatu keadaan atau masalah sosial secara objektif. Analisis sosial diarahkan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai situasi sosial dengan menelaah kaitan-kaitan histories, structural dan konsekuensi masalah. Analisis sosial akan mempelajari struktur sosial, mendalami fenomena-fenomena sosial, kaitan-kaitan aspek politik, ekonomi, budaya dan agama. Sehingga akan diketahui sejauh mana terjadi perubahan sosial, bagaimana institusi sosial yang menyebabkan masalah-masalah sosial, dan juga dampak sosial yang muncul akibat masalah sosial.

Ruang lingkup ansos

     Pada dasarnya semua realitas sosial dapat dianalisis, namun dalam konteks transformasi sosial, maka paling tidak objek analisa sosial harus relevan dengan target perubahan sosial yang direncanakan yang sesuai dengan visi atau misi organisasi. Secara umum objek sosial yang dapat di analisis antara lain:

Masalah-masalah sosial, seperti; kemiskinan, pelacuran, pengangguran, kriminilitas

Sistemsosial seperti: tradisi, usha kecil atau menengah, sitem pemerintahan, sitem pertanian.

Lembaga-lembaga sosial seperti sekolah layanan rumah sakit, lembaga pedesaan.

Kebijakan public seperti : dampak kebijakan BBM, dampak perlakuan sebuah UU.

Langkah-Langkah Ansos

Proses analisis sosial meliputi beberapa tahap antara lain:

1. Memilih dan menentukan objek analisis.

Pemilihan sasaran masalah harus berdasarkan pada pertimbangan rasional dalam arti realitas yang dianalsis merupakan masalah yang memiliki signifikansi sosial dan sesuai dengan visi atau misi organisasi.

2. Pengumpulan data atau informasi penunjang

Untuk dapat menganalisis masalah secara utuh, maka perlu didukung dengan data dan informasi penunjang yang lengkap dan relevan, baik melalui dokumen media massa, kegiatan observasi maupun investigasi langsung dilapangan. Re-cek data atau informasi mutlak dilakukan untuk menguji validitas data.

3. Identifikasi dan analisis masalah

Merupakan tahap menganalisis objek berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Pemetaan beberapa variable, seperti keterkaitan aspek politik, ekonomi, budaya dan agama dilakukan pada tahap ini. Melalui analisis secara komphrehensif diharapkan dapat memahami subtansi masalah dan menemukan saling keterkaitan antara aspek.

4. Mengembangkan presepsi

Setelah di identifikasi berbagai aspek yang mempengaruhi atau terlibat dalam masalah, selanjutnya dikembangkan presepsi atas masalah sesuai cara pandang yang objektif. pada tahap ini akan muncul beberapa kemungkinan implikasi konsekuensi dari objek masalah, serta pengembangan beberapa alternative sebagai kerangka tindak lanjut.

5. Menarik kesimpulan

Pada tahap ini telah diperoleh kesimpulan tentang; akar masalah, pihak mana saja yang terlibat, pihak yang diuntungkan dan dirugikan, akibat yang dimunculkan secara politik, sosial dan ekonomi serta paradigma tindakan yang bisa dilakukan untuk proses perubahan sosial.

Resume Studi Kelayakan Bisnis

                 Studi Kelayakan Bisnis

     Studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan tidak dijalankan.

Faktor penyebab kegagalan usaha :

a. Kurangnya inovasi
b. Kurangnya informasi
c. Kurangnya memenuhi kebutuhan pasar
d. Kondisi lingkungan

Hal yang perlu dilakukan untuk studi kelayakan bisnis :

1. Data harus akurat
2. Tenaga ahli dalam tim studi kelayakan
3. Memperhitungkan saingan
4. Memudahkan perencanaan
5. Pengawasan dan pengendalian

Orang yang menggunakan studi kelayakan bisnis :

- Investor
- Lembaga keuangan
- Pemerintah (perluasan kesempatan kerja, kesejahteraan masyarakat)
- Masyarakat
- Pelaku bisnis
- Kreditur (lembaga peminjam uang)

Business project cycle :

a.) Identifikasi ide (pasar, produk)
b.) Preparation/preselection (pengumpulan data)
c.) Appreisal (penilaian, penelitian)
d.) Evaluasi
e.) Implementasi
f.) Monitoring evaluasi

Tahapan dalam melakukan studi kelayakan bisnis :

* Pengumpulan data
* Pengolahan data
* Analisis data
* Pengambilan keputusan (layak/tidak layak)
* Direkomendasikan
* Dilaksanakan

Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Studi Kelayakan Bisnis, yaitu:

1.    Aspek hukum
Menyangkut semua legalitas rencana bisnis yang akan kita laksanakan yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku.
2.    Aspek sosial ekonomi dan budaya
Menyangkut dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar karena adanya suatu kegiatan usaha tersebut.
3.    Aspek pasar dan pemasaran
menyangkut apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh kegiatan usaha kita, dengan melihat hal-hal berikut :

4.    Aspek teknis dan teknologi
Menyangkut pemilihan lokasi, alat-alat, yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

5.    Aspek manajemen
Menyangkut pembangunan dan operasional.

6.    Aspek keuangan
Menyangkut sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

Resume Analisis SWOT

                        Analisis SWOT

     SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). SWOT akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar, sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari setiap aspek.

     Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

     Saat ini bisnis Cafe semakin marak bermunculan di berbagai daerah. Cafe bukan sekedar tempat makan, tetapi juga tempat bersosialisasi. Dimana para pengunjung yang sebagian besar adalah para pelajar pun dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan menggunakan fasilitas wifi yang disediakan.

Alasan kami memilih usaha ini, karena kebanyakan pengunjungnya dari kalangan anak-anak muda yang sangat senang bergaul bersama teman-teman atau hanya sekedar mengerjakan tugas di cafe.   

Menganalisis dengan metode SWOT

1.) Strength (kekuatan)

Cafe dengan menu yang harganya sesuai kantong pelajar.
Tempat dan situasi cafe yang nyaman.
Lokasinya di daerah perumahan.
Dilengkapi dengan fasilitas Wifi.
Minuman khasnya berasal dari susu kebo (kerbau).
Menyediakan berbagai cemilan khas Sumbawa seperti Palopo dan Poteng jadi.

2.)Weakness (kelemahan)

Dana yang dibutuhkan untuk pengadaan sarana dan prasarana cukup besar.
Pergantian karyawannya sudah tersistem tetapi belum optimal.
Lokasi parkir yang kurang luas.

3.)Opportunity (peluang)

Digemari anak muda yang lebih suka nongkrong.
Karena berada dilokasi perumahan,sehingga memungkinkan pihak manajemen untuk nengadakan event-event tertentu seperti acara nonton bola bersama, mengadakan gane-game berhadiah pada acara valentine, dsb. 

4.)Threath (ancaman)

Pada saat hari libur atau liburan semester, jumlah pengunjung akan berkurang secara signifikan.
Banyaknya pesaing di daerah perumahan.
Kenaikan harga bahan baku.

• Bagaimana strength (kekuatan) mampu menghadapi treath (Ancaman) :

Dilengkapi dengan Wifi sehingga pelanggan merasa nyaman dan betah
Memberikan inovasi pada produk sehingga walaupun produk sama tetapi ada yang berbeda dengan pesaing

• Bagaimana cara mengatasi weakness (kelemahan) agar tidak menjadi threat (ancaman) bagi bisnis café :

Membuat kartu kecil yang berisi testimoni pelanggan, sehingga kita mendapat masukan dan tahu akan kekurangan

• Bagaimana cara mengatasi weakness (kelemahan) agar tidak mengurangi keuntungan dari opportunity (peluang) : Membuat discount.